• Mau chat dengan saya ?

  • Mari peduli dan berbagi


    Photobucket
  • Belajar wordpress

    belajar wordpress
  • Ngeblog Bisa dapat duit..

  • Toko Buku Online

  • CO.CC:Free Domain
  • RoboForm: Learn more...

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan

Tidak terasa sudah memasuki bulan Ramadhan 1430 H. Padoeka dan keluarga tak lupa mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin. Semoga ibadah puasa yang akan dijalani diterima Allah SWT.

Puasa tahun ini, Insya Allah jadi bulan puasa kedua yang akan dijalani Padoeka dengan si Atroz.. Yup, ngegowes tetap jalan di bulan puasa. Moga-moga lancar dan selamat ya..

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1430 H.

Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando

Alhamdulillah Padoeka diberi kesempatan membaca buku bagus lagi neh :) Adalah Pak miet Soegiarso yang berkenan meminjamkan buku Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando. Buku yang sudah lama ingin Padoeka baca. Apalagi sempat jadi kontroversi dan komentar dimana isinya menyangkut nama Wiranto dan Prabowo Subianto yang saat peluncuran uku ini mencalonkan diri menjadi capres.

Buku memoar yang ditulis ole Hendro Subroto, wartawan perang TVRI, yang malang melintang meliput perang di dalam negeri maupun di luar negeri seperti perang Vietnam dan Teluk. Memoar yang memuat perjalanan seorang prajurit tempur sangat jarang ditemui di Indonesia, begitu menurut rekan Hendro, yang akhirnya menginspirasi untuk membuat memoar Sintong Panjaitan ini.

Sintong Panjaitan adalah sosok prajurit yang sepertinya ditakdirkan untuk hampir seluruh pengabdian di militer untuk pasukan komando. Dari mulai lulusan dari AMN dengan pangkat Letnan Dua dan menjabat menjadi komandan peleton sampai menjadi Komanda Kopassus dijalaninya.  Dengan pangkat terakhir Letnan Jendral dengan jabatan terakhir sebagai Penasehat Presiden Bidang Pertahanan dan keamanan era Presiden BJ Habibie.

Tak kurang 17 operasi militer dari mulai operasi kilat pemberantasan pemberontakan Kahar Muzzakar di Sulawesi, penumpasan G30S/PKI di Jakarta dan Jawa Tengah, operasi kemanusiaan di tanah Irian Barat, sampai penyelamatan penyanderaan pesawat Garuda Woyla di Thailand dijalaninya. Dan hampir kebetulan pula sang penulis berada pada operasi tersebut.

Saat-saat peristiwa Insiden Dili 12 November 1991 digambarkan dengan sangat gamblang oleh Hendro Subroto. Dimana peristiwa ini sangat menyita perhatian mata dunia. Dan peristiwa ini pula yang mengakhiri karir struktural Sintong di dunia militer sebagai Pangdam Udayana.

Buku ini dibuka dengan drama yang terjadi mengenai pencopotan jabatan Pangkostrad Letjen Prabwo Subianto, keanehan yang terjadi seputar bulan Mei 1998 serta peran serta Jendral Wiranto pada beberapa peristiwa penting saat lengsernya Presiden Soeharto.

Di buku ini juga banyak menyebutkan banyak nama populer di dunia militer nusantara selain kedua nama jendral di atas seperti Feisal Tanjung, Wismoyo Arismunandar, Luhut Panjaitan, Subagyo HS, Sutiyoso, AM Hendropriyono, Muchdi PR dan banyak  lagi yang pernah secara lansung maupun tidak langsung terlibat dalam operasi dengan Sintong Panjaitan.

Buku ini cukup layak untuk dijadikan koleksi bagi anda penggemar militer dan sejarah TNI. Bisa menambah khazanah pengetahuan. Anda bisa mnedapatkannya di toko-toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung ataupun toko buku lainnya. Bisa juga pesan melalui toko buku online, misalnya bukukita . Anda tidak perlu repot-repot datang, tinggal pesan dan transfer pembayaran anda. Toko buku online bukukita akan mengirimkan ke rumah anda.

Hore.. Udah Ulang tahun ngegowes neh…

Alhamdulillah ga terasa Padoeka ngegowes ke kantor alias B2W udah lewat setahun satu bulan, tepatnya tanggal 25 April kemarin.  Setahun sudah kutunggangi Polygon Astroz-ku. Ya nggak total setahun penuh seh, ada istirahatnya. Kadang kalo lagi hujan, ada perlu setelah pulang kantor yang biasanya pulang agak malam, atau lagi agak males :)

Setahun yang lalu saya coba ajukan proposal kepada “menteri keuanganku” dilengkapi dengan benefit apa yang didapat kalau mesti beli sepeda. Bisa ngirit uang transport, bisa lebih sehat, bisa punya lebih untuk istriku tanpa kudu antar jemput (pensiun jadi ojekku :) ) Itu semua yang Padoeka tulis di proposal.

Setidaknya apa yang ditulis di proposal itu emang terjadi. Dari sisi sehatnya Alhamdulillah badan jadi segar dan berat badan stabil. Sempat juga di bulan puasa celana sampai longgar banget karena hampir setiap hari selama Ramadhan tetap ngegowes. ” Ga capek atau kehausan Padoeka ?” Ga juga tuh, perasaan biasa aja. Yang mungkin karena sudah terbiasa di bulan-bulan sebelum Ramadhan sebelumnya.

Bikin irit uang transport.. jelas banget. Hampir 50% dari uang transport bisa dipangkas. Malahan kalau dengan hitungan beli sepeda kredit sekalipun, dalam 6 bulan aja bisa lunas Astroz-ku :) Dan istriku tidak habis waktunya untuk antar jemput suaminya tercinta. Masih punya waktu buat persiapan sekolah Azra dan bisa main-main di sore hari dengan Azra dan Mirza.

Sejauh ini sih masih ngegowes ke kantor aja. Belum sempat ikut sama orang lain jalan-jalan keliling Serang dan sekitarnya. Maklumlah dengan waktu kerja yang 6 hari seminggu, rasanya satu hari minggu harus dibuat cukup untuk istirahat dan kumpul dengan keluarga. Ada juga seh teman & sodara yang ngajak jalan. Mungkin kapan-kapan ya :)

Biasanya kalo orang yang ulang tahun suka dikasih harapan apa untuk tahun depan. Padoeka maunya sih punya sepeda lagi :) Pengennya ngerangkai dari mulai frame sampa jadi full bike. Moga-moga aja menteri keuangan-ku mau bantu :)